Gula-Gula Shodaqoh : part 1

Share Button

Ringkasan pengajian Majalis Saniyah* tanggal 4 Februari 2016

 Keutamaan Shodaqoh

 Fadhilah dan Keutamaan Shodaqoh

Ada banyak sekali keutamaan dari shodaqoh menurut KH. Ahmad Arif Yahya, antara lain menyelamatkan dari musibah, dari ancaman, siksa kubur, siksa neraka, menambah rezeki, menambah keberkaahan ilmu, umur, dll.

Di dalam Kitab Majalis Saniyah ada beberapa certa terkait keutamaan shodaqoh.

Cerita pertama

Ada seorang laki-laki dari kaum Nabi Sholih AS yang telah banyak menyakiti kaum Nabi Sholih. Mereka meminta kepada Nabi Sholih untuk mendoakan laki-laki tadi agar dia mendapat balasan atas kedzoliman yang telah dilakukannya. Nabi Sholih pun menjawab “Baiklah, pulanglah. Saya doakan semoga dia mendapat balasannya”. Suatu ketika laki-laki tadi keluar untuk mencari kayu bakar. Dia membawa bekal 2 potong roti. Di tengah perjalanan dia memakan satu roti dan menshodaqohkan roti yang lain. Dia pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari kayu bakar dan kembali pulang dengan membawa kayu bakar dengan selamat, tanpa ada hal apapun yang terjadi.

Nabi Sholih memanggil laki-laki tadi dan bertanya, “Kebaikan apa yang telah engkau perbuat pada hari ini?”. Laki-laki tadi menjawab “ Suatu ketika aku pergi untuk mencari kayu bakar. Aku membawa bekal 2 buah roti. Aku menshodaqohkan salah satu roti tersebut dan memakan roti yang lain.

Nabi Sholih berkata “Bongkarlah ikatan kayu bakarmu!”. Ternyata di dalam ikatan kayu bakar tadi ada seokor ular berwarna hitam yang sangat besar. Besarnya seperti pelepah kurma. Ular itu menggigit kayu. Nabi Sholih melanjutkan ucapannya “Karena shodaqohmu engkau selamat dari gigitan ular ini. Andai kata kamu tidak bershodaqoh pasti kamu akan digigit ular ini dan mati.”

Cerita kedua

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh RA. bahwa ada sekelompok orang (3-10 orang) menemui Nabi Isa AS.

Nabi Isa berkata “Salah seorang dari kelompok itu akan mati pada hari ini.”

Kemudian mereka pun pergi dan kembali dengan selamat pada sore hari. Mereka membawa sebongkah kayu bakar.

Nabi Isa berkata “letakkan kayu bakarmu!”. Ucapan Nabi Isa tersebut ditujukan kepada salah seorang diantara mereka yang diperkirakan akan mati pada hari itu. “Bongkarlah ikatan kayu bakarmu” lanjut Nabi Isa. Maka dia melepaskan ikatan kayu bakarnya. Ternyata di dalam kumpulan kayu ada seekor ula berwarna hitam.

Nabi isa pun bertanya, “Kebagusan apa yang telah kamu perbuat pada hari ini?”. Orang yang diperkirakan akan mati tadi menjawab “aku tidak melakukan kebagusan apapun. Namun aku membawa sedikit roti. Suatu ketika aku bertemu seorang yang miskin. Dia meminta kepadaku. Aku pun memberinya sebagian dari rotiku.“

Nabi Isa berkata “Karena itulah kamu selamat dari ular ini.”

Cerita ketiga

Dari Abi Hurairoh RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : Ada suatu cerita dari orang-orang sebelum kalian. Ada seorang laki-laki yang tiap hari pekerjaannya mencari sarang burung dan mengambil anak burung pada tiap sarang. Sang burung pemilik sarang pun mengadu kepada Allah SWT tentang apa yang telah dilakukan laki-laki tadi.  Allah pun menjawab pengaduan burung tadi. Allah berjanji bila laki-laki tadi kembali mengambil anak burung lagi, dia akan mendapat musibah atas perbuatannya.

Ketika burung tadi telah bertelur dan kemudian menetas, Laki-laki tadi kembali mengambil anak burung. Ketika laki-laki tadi sampai di tepi desa, dia bertemu seorang pengemis dan dia memberinya sepotong roti yang dia bawa untuk bekalnya. (bersambung)

 

 

Penulis : M. Ainur Rofiq

*KH. Ahmad Arif Yahya dengan rutin membacakan kitab Majalis As-saniyah kepada santri Gading pada setiap Kamis dan Sabtu bakda Shubuh.

 

Comments

comments

Share Button

You may also like...