Bersihkan Penyakit Hati dengan Jalan Puasa

Share Button

Ringkasan pengajian Majalis Saniyah 28 Februari 2016

وفي روض الافكار – نكثة  ص : 89

 

Dalam kitab Roudlul Afkar disebutkan ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibn Abbas RA tentang  puasa. Ibn Abbas berkata “Maukah engkau kuceritakan suatu hadits yang kumiliki. Bila engkau ingin berpuasa seperti Nabi Daud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari. Bila engkau ingin berpuasa seperti putranya, yakni Nabi Sulaiman, maka beliau berpuasa selama tiga hari pada tiap awal bulan, tiga hari pada tengah bulan dan 3 hari pada akhir bulan. Bila engkau ingin berpuasa seperti Nabi isa, maka beliau berpuasa selama beberapa tahun terus menerus. Beliau menggunakan baju dari karung. Ketika malam telah datang, beliau sholat hingga matahari terbit.

Bila engkau ingin berpuasa seperti ibunya (Dewi Maryam), maka beliau berpuasa 2 hari dan berbuka selama sehari. Bila engkau ingin puasa seperti puasanya Nabi Muhammad sebaik-baik makhluk, maka beliau berpuasa pada ayyam bidl, yaitu tiap bulan pada tanggal 13, 14 dan 15. Baik beliau di rumah, maupun sedang bepergian. Hari-hari tersebut disebut yaumul bidl karena pada saat nabi turun ke bumi, wajah Nabi Adam begitu hitam karena panasnya matahari. Maka datanglah Malaikat Jibril dan memerintahkan Nabi Adam untuk berpuasa pada ayyamil bidl. Pada hari pertama puasa, sepertiga badan nabi adam berubah menjadi putih. Pada hari kedua, dua pertiga berubah menjadi putih. Dan pada hari ketiga, seluruh badan Nabi Adam berubah menjadi putih,

Abu Huroiroh RA berkata : Kekasihku nabi Muhammad berwasiat kepadaku untuk berpuasa 3 hari pada tiap-tiap bulan

Nabi Muhammada Saw bersabda : andai kata seorang laki-laki berpuasa sehari ikhlas karena Allah, kemudian dia diberi emas sebesar bumi maka tidak akan bisa membandingi pahala puasanya pada hari kiamat

Ada suatu cerita tentang nabi Isa. Nabi Isa adalah orang yang sangat zuhud. Makannya begiitu sederhana, bantalnya pun dari batu. Suatu ketika beliau didatangi oleh iblis. Beliau ditanyai oleh iblis. Wahai nabi isa kenapa engkau tidur memakai bantal batu. Bukankah batu termasuk dunia?”. Nabi Isa pun menjwab “ Benarkah? Kalau begitu ini buat kamu” seraya melemparkan batu yang digunakan bantal kepada iblis.

.

Pada pengajian ini KH. Ahmad Arif Yahya berpesan “puasa mana pun yang ingin ditiru terserah, yang terpenting niat membersihkan hati, tidak hanya ditiru puasanya saja. Yang ditiru puasanya saja, namun kelaukannya tetap jelek maka tidak akan hasil. Riyadloh itu riyadloh lahir dan batin”.

Ada suatu cerita Mbah Abdul Jabbar. Beliau punya  seorang guru. Guru ini tau akan karomah muridnya yakni Mbah Abdul Jabbar. Suatu ketika Mbah Andul Jabbar meniggal, begitu banyak yang takziyah. Karomahnya begitu terkenal. Dia merasa takabbaur. Dalam hatinya berkata “Itu baru muridku apalagi aku”. Dia merasa lebih baik dari muridnya. Akhirnya pada akhir hayatnya guru tadi meninggal dalam keadaaan biasa-biasa saja.

Di akhir pengajian KH Ahmad Arif Yahya dawuh bahwasanya kehidupan pondok layaknya di surga. Jangan sampai diusir dari pondok karena kesalahan.

Marilah kita selalu berusaha membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati seperti riya’, sum’ah, ujub             maupun takabbur dan penyakit-penyakit hati lain. Karena penyakit hati itu sangat berbahaya. Bila hati diumpamakan seperti rumah, maka penyakit hati seperti anjing. Rumah yang ada anjingnya, malaikat tidak akan mau masuk. Begitu pula hati. Ilmu-ilmu hikmah pun tidak akan pernah masuk. Kalaupun masuk, maka akan kembali keluar sebagaimana datangnya.

 

Penulis : M. Ainur Rofiq

 

Comments

comments

Share Button

You may also like...