Ahad, 18 Nov 2018, 17:12 WIB

Bahaya Makan dan Minum Berdiri Bagi Kesehatan dan Iman

Bahaya Makan dan Minum Berdiri Bagi Kesehatan dan Iman
Adab Makan dan Minum

Kesehatan adalah hal yang sangat vital dalam kehidupan. Tapi terkadang banyak orang yang meremehkan persoalan kesehatan ini, baru jika sudah terkena penyakit, kita akan merasakan kebingungan untuk mencari obat dari penyakit itu. Padahal kita sebaiknya mencegah daripada mengobati.

Banyak hal-hal sepele dan mudah untuk dikerjakan tapi diremehkan oleh kebanyakan orang, padahal  bila hal sepele itu diabaikan maka akan berakibat buruk bagi kesehatan. Salah satu contohnya makan dan minum dengan cara berdiri. Pada era modern, makan dan minum dengan cara berdiri telah menjadi kebiasaan khususnya pada acara pesta dengan cara prasmanan yang biasanya terjadi di kota-kota. Kebiasaan seperti itu entah disadari atau tidak akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Banyak hal-hal negative yang akan terjadi jika hal-hal seperti itu dilakukan. Seperti penyakit kristal ginjal. Penyakit kristal ginjal ini sangat berbahaya bagi kondisi tubuh.

Sejenis penyakit akan timbul bukan hanya karena proses pengolahan ataupun bahan makanan yang digunakan, tapi dikarenakan proses saat makan ataupun minum. Jika kita melakukan kegiatan makan dan minum dengan cara berdiri maka makanan dan minuman tersebut tidak dapat disaring oleh Sfringer, Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Pada saat berdiri struktur maskuler (berotot)  membuka sehingga makanan dan minuman masuk secara langsung tanpa adanya proses penyaringan terlebih dahulu, kemudian langsung menuju ke saluran kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran sepanjang perjalanan (ureter). Banyaknya limbah-limbah endapan yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana, yaitu penyakit Kristal ginjal. Penyakit ini jelas  berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi. Selain itu makan sambal berdiri menyebabkan jatuhnya cairan dengan tabrakan yang keras ke dasar usus, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan usus melar dan akhirnya usus terjatuh, hal ini kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Tak hanya itu makan dan minum dengan cara berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah dan mengakibatkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Menurut pandangan islam makan dan minum dengan posisi beridiri juga tidak dibenarkan sebab ada beberapa hadits nabi Muhammad SAW yang meriwayatkan pelarangan makan dan minum sambil berdiri. Berikut ini hadist –hadist tersebut:

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Bertemunya hadits nabi tentang pelarangan makan dan minum sambil berdiri dengan kebenaran sains tentang bahaya perilaku tersebut, semakin menunjukkan bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW adalah ajaran yang haq, ajaran yang berisi rahmatan lil ‘alamin.

Selanjutnya, mengetahui banyak dampak negatif  yang disebabkan makan dan minum dengan cara berdiri hendaknya kita tidak melanjutkan perilaku seperti itu lagi. Makan dan minum hendaknya dengan cara duduk. Sehingga makanan dan minuman yang kita makan akan lebih sehat dan dapat berjalan dengan perlahan dan lembut, maka hal tersebut tidak akan menyebabkan hal buruk bagi tubuh kita. Jika kita makan dan minum dengan cara berdiri tentu itu sama sekali tidak sehat dan tidak sopan, selain itu, yang terpenting makan dan minum dengan cara berdiri juga jauh dari hal-hal yang diajarkan Rasulullah SAW.

Bisa kita simpulkan bahwa budaya makan dan minum dengan cara berdiri yang mulai berkembang di zaman modern ini adalah budaya yang berbahaya bagi kesehatan dan sekaligus berbahaya pula bagi keimanan kita kepada Rasulullah SAW. (bbn/red).

Adab Makan dan Minum