Jumat, 14 Sep 2018, 15:26 WIB

Hadits Tentang Pentingnya Istiqomah

Hadits Tentang Pentingnya Istiqomah
Istiqomah

عن أبى موسى الأشعرى رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا مَرِضَ اْلعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيْمًا صَحِيْحًا

"Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata, Rosululloh SAW bersabda: Ketika seorang hamba Allah sedang sakit atau bepergian, maka baginya pahala amal yang biasa ia kerjakan dalam keadaan muqim (menetap) atau sehat."

Istiqomah - Dalam hadits tersebut terkandung makna yang begitu mendalam mengenai rasa kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya. Sejenak kita renungi bahwasanya badan kita sehat, kuat, baik dari segi jasmani maupun rohani adalah nikmat yang sangat agung, yang wajib kita syukuri, utamanya untuk melaksanakan ibadah sehari-hari.

Melalui hadits ini, Rasulullah hendak menyampaikan kepada kita begitu utamanya mengistiqomahkan segala amal kebaikan kita disetiap waktu agar supaya kita tidak setengah-setengah dalam beramal. Istiqomah dalam artian terus menerus, continue, atau berlanjut tanpa adanya rasa lelah, bosan, dan berkurangnya semangat dalam beribadah.

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia selalui terikat oleh iradah Allah, sehingga manusia tidak bisa menentukan kapan akan sakit, atau terbentur dengan kesibukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hal yang ada di luar kontrol manusia itu sendiri, sedikit banyak akan mempengaruhi keistiqomahan dalam beribadah. Dalam fenomena seperti inilah kita akan merasakan kasih sayang Allah yang termuat dalam hadits di atas. Yaitu, ketika kita meninggalkan keistiqomahan ibadah karena terpaksa, semisal disebabkan sakit atau berpergian maka kita masih tetap diberi pahala dari melakukan ibadah yang kita tinggalkan tersebut.

Misalnya, ketika kita sudah begitu terbiasa melaksanakan sholat jamaah, tiba-tiba cobaan datang menghampiri, yang mana cobaan tersebut mengganggu keistiqomaahan kita berjamaah, bisa jadi berupa sakit yang menunda kita untuk dapat pergi ke masjid atau musholla yang dekat dengan tempat tinggal kita. Akan tetapi rahmat Allah SWT begitu luas dan Allah begitu berbelas kasih kepada hambanya maka kita masih terhitung melakukan sholat secara berjama’ah. Sungguh begitu luar biasa keutamaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Rubrik MIFDA