Senin, 03 Des 2018, 05:42 WIB

Menyikapi Bani Israel Berdasarkan Kitab Tafsir Jalalain

Menyikapi Bani Israel Berdasarkan Kitab Tafsir Jalalain
Tembok Ratapan (Wailing Wall) Kaum Bani Israel.

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٦٣ ثُمَّ تَوَلَّيۡتُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَۖ فَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٦٤ وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعۡتَدَوۡاْ مِنكُمۡ فِي ٱلسَّبۡتِ فَقُلۡنَا لَهُمۡ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِ‍ِٔينَ ٦٥ فَجَعَلۡنَٰهَا نَكَٰلٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهَا وَمَا خَلۡفَهَا وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ ٦٦

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa" (63) Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi (64) Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina" (65) Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (66)

***

Bani Israel adalah kaum yang diberi keutamaan oleh Allah SWT, salah satunya adalah diberi kecerdasan yang unggul. Namun kecerdasan itu justru mereka gunakan untuk mencari celah dan membangkang dari syariat Allah SWT, demi menuruti hawa nafsu mereka sendiri. Oleh karena itu dalam beberapa ayat al Qur’an disebutkan bahwa Allah memberikan adzab atas perbuatan mereka tersebut.

Sayangnya kadang kita lupa bagaimana al-Qur’an telah memberitakan hal itu, sebaliknya kita lebih asyik menikmati berita yang termuat di koran. Maka ada baiknya, kali ini, kita bersama-sama melihat pemberitaan Bani Israel yang telah disampaikan dalam surat al Baqarah ayat 63-66 berdasarkan penjelasan dari kitab tafsir Jalalain. Setelah itu berdasarkan pesan yang disampaikan dalam penjelasan itu mari kita renungkan, bagaimana cara menyikapi kesalahan Bani Israel.

***

Pada kitab tafsir Jalalain kata مِيثَٰقَكُمۡ dalam ayat 63 ditafsirkan dengan kalimat; عهدكم بالعمل بما في التورة Artinya; Janji kalian (Bani Israel) terhadap amal perbuatan yang telah tertulis dalam kitab taurat. Kata تَتَّقُونَ dalam ayat yang sama ditafsirkan dengan kalimat; النار او المعاصي Artinya (takut) pada api neraka atau berbuat maksiat.

Kemudian kata رَحۡمَتُهُۥ dalam ayat 64 ditafsirkan dengan kalimat; لكم بالتوبة او تأخير العذاب Artinya; bagi kalian (Bani Israel) kesempatan untuk bertaubat dan penundaan adzab. Pada ayat selanjutnya, tafsir jalalain menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Bani Israel pada hari sabtu adalah بصيد السمك وقد نهيناهم Artinya; memburu ikan meskipun telah dilarang bagi mereka.

Terakhir pada ayat 66 ada kata نَكَٰلٗا dan kata مَوۡعِظَةٗ ditafsirkan dengan pengertian yang memiliki kesamaan yaitu sebagai pengingat dan nasehat. Pengingat bagi Bani Israel dan nasehat bagi orang yang bertaqwa. Fungsi dari pengingat dan nasehat adalah agar dijadikan pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

***

Penjelasan dari Tafsir Jalalain yang perlu digaris bawahi menurut penulis adalah pada tafsir kata رَحۡمَتُهُۥ dan مَوۡعِظَةٗ. Penjelasan mengenai rahmat sangat menarik yaitu dijelaskan dengan pemberian taubat dan penundaan adzab. Kedua bentuk rahmat itu setidaknya bisa kita jadikan pedoman untuk menyikapi perbuatan Bani Israel saat ini. Hal pertama yang perlu kita sikapi terhadap kesalahan Bani Israel bukanlah melulu mengecam dan seratus persen menganggap Bani Israel adalah kaum yang tidak mungkin akan berubah menjadi baik, melainkan kita harus sadar bahwa ada kemungkinan bagi mereka untuk bertaubat, setidaknya kita bisa berharap dan memohonkan itu pada Allah SWT.

Selanjutnya, apabila Bani Israel memang enggan bertaubat, bahkan justru tambah berbuat kesalahan yang baru dan lebih parah maka kita tidak perlu kuatir bahwa mereka tidak akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kondisi yang dianggap sebagai kemenangan saat ini bagi Bani Israel, sebenarnya hanyalah penundaan dari adzab Allah SWT. Kita harus yakin bahwa balasan dari Allah pasti datang.

Berkaitan dengan kata مَوۡعِظَةٗ kita dinasehati bahwa adzab Allah SWT tidak hanya untuk Bani Israel, artinya kita juga mungkin berlaku seperti kesalahan Bani Israel sehingga kita mungkin pula diadzab seperti mereka, na’udzubillah. Penjelasan ini setidaknya bisa kita gunakan untuk introspeksi, melihat ke dalam diri kita sendiri. Kita boleh saja mengecam kesalahan atau kemungkaran, bahkan kemungkaran memang sudah selayaknya untuk diubah, tapi jangan lupa menilai diri sendiri, jangan-jangan kita tidak jauh beda atau justru lebih buruk dari kaum yang kita kecam, na’udzubillah. (hy)

Kitab Tafsir Jalalain