Senin, 22 Okt 2018, 17:49 WIB

Seminar Dakwah: Reaktualisasi Dakwah Santri di Era Milenial

Oleh: M. Hilmi
Seminar Dakwah: Reaktualisasi Dakwah Santri di Era Milenial
Ustadz Habibullah dalam acara Seminar Reaktualisasi dakwah santri di era milenial (Dok. Lentera 2019/ PPMH)

Dakwah dan santri adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebab seorang santri diwajibkan untuk berdakwah menyampaikan ilmunya, sebaliknya seorang juru dakwah haruslah orang-orang yang berilmu. Lantas bagaimana bila kata “santri” yang terkesan kuno disandingkan dengan kata “milenial”? bagaimana persinggungan keduanya, khususnya dalam hal dakwah ?

Alhamdulillah, pada malam jum’at, 10 Shafar 1440 H seorang Ustadz yang telah aktif berdakwah selama bertahun-tahun, bersedia memberikan jawaban akan pertanyaan itu, beliau adalah Ustadz Habibullah, tokoh Da’i yang telah mengayomi masyarakat, baik melalui pengajian rutin atau majlis ilmu di berbagai masjid dan musholla.

Menurut beliau, dakwah di era milenial sangat lekat sekali dengan gadget dan media-media sosial. Hal tersebut merupakan sebuah kewajaran, dimana perkembangan zaman memang tidak bisa dibendung, pun juga bukan sebuah hal yang negatif apabila digunakan secara benar. Tapi yang perlu diingat, dakwah melalui medsos tidaklah lebih penting daripada dakwah konvensional yang dilakukan langsung dengan tatap muka.

Ada banyak hal yang tidak bisa diberikan oleh dakwah melalui media sosial, salah satunya adalah keberkahan majlis dan hubungan emosional antara pendakwah dan masyarakat. Barokah majlis, dimana malaikat akan turun dari langit untuk menebar keberkahan hanya mungkin terjadi dalam dakwah konvensional. Begitu pula ikatan emosional akan lebih terasa bila terjadi tatap muka.

Ustadz habibullah menambahkan, bahwa strategi dalam berdakwah adalah menentukan sasaran dan tujuan dakwah. Anak muda disiapkan untuk regenerasi sedangkan orang-orang sepuh dibantu agar lebih mudah untuk meraih husnul khotimah. Menentukan sasaran dan tujuan ini akan lebih efektif dan efisien bila dilakukan di lingkungan nyata, di sekitar kita.

Sebagai penutup acara seminar, Ustadz Habibullah menjelaskan tips jitu agar keberkahan ilmu dapat tersalur ke seluruh jamah, yaitu dengan menjaga rabithoh atau ikatan ilmu. Maksudnya adalah dengan mengirim hadiah surah al fatihah kepada para guru, dengan demikian guru-guru tersebut akan datang dan tetap membimbing kita. (hy)

Ustadz Habibullah  Kegiatan Pondok  Dakwah Santri