Kamis, 14 Jun 2018, 04:13 WIB

Hukum jasad atau mayit yang berada di gunung

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya sangat hobi mendaki gunung meskipun terkadang sempat terlintas bahwa nyawa menjadi taruhannya. Saya dan rekan club hicking bulan depan bertekat mempunyai target untuk mendaki puncak Everest. Jika setelah sampai di puncak maut menjemput salah satu dari kami, dan kami tidak mampu untuk membawa jasad rekan kami ke darat, maka apa yang harus kami lakukan untuk menyikapi hal tersebut?

Jawab :

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Hobi anda adalah hobi yang positif, namun akan lebih baik lagi jika dalam menjalankan hobi anda tersebut meniatkannya untuk tadabbur alam. Dari ijtihad yang telah kami lakukan, diriwayatkan dalam kitab Fathul Mu’in: jika ada mayit di dalam hutan dan tidak memungkinkan untuk dipenuhi hak-haknya, maka diperbolehkan ditenggelamkan dengan memberi beban agar si mayit dapat tenggelam. Akan tetapi, jika  masih dimungkinkan untuk memenuhi hak-haknya dan dikuburkan di darat, maka hendaknya hal tersebut lebih diutamakan. Jika mengacu pada ibarat tersebut yang kondisinya memang darurat, maka mayit tersebut dapat dikuburkan langsung di tempat. Akan tetapi, paling tidak dipenuhi hak-hak si mayit walaupun tidak secara keseluruhan yakni ditayammumi, kemudian langsung dikuburkan supaya jasad aman dari binatang buas. (Ibarat pada fathul mu’in hal:45)

Hukum suami istri bersentuhan setelah wudhu

Pertanyaan : Seorang suami dalam keadaan berwudhu memegang istrinya, apakah wudhunya batal… Selengkapnya

Hukum Mengembalikan Barang Pinjaman Yang Pemiliknya Pergi

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya orang yang meminjam, kemudian orang yang memberi pinjaman… Selengkapnya

Kekeliruan Kitab Tanpa Nama Pemilik

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya kitab yang pemiliknya tidak jelas, apakah dapat dihaqi… Selengkapnya

Hukum Pernikahan Apabila Si Suami Tidak Memberi Mahar Sesuai Saat Ijab Qobul

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saya Mustofa. Beberapa hari yang lalu saya dicurhati… Selengkapnya

Hukum Mendengarkan Orang-orang yang Membicarakan Keburukan Orang Lain (Ghibah/Gosib)

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Maaf Saya Zaid. Saya akan bertanya. beberapa waktu… Selengkapnya

Hukum Shalat Tahajud Dikerjakan Setelah Bangun Tidur Tapi Masih Belum Mengerjakan Shalat Isya

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Perkenalkan saya Arlin. Saya mau bertanya. Kalau shalat… Selengkapnya

Dalam Acara Tahlil Bolehkan Imam Tahlil Menambahkan Tawasul Kepada Keluarganya Sendiri Selain Kepada Keluarga Shohibul Hajah

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Nama saya Bachtiar. Saya ingin bertanya perihal tahlilan.… Selengkapnya

Hukum Air Mutanajis Ketika Dimasukkan ke dalam Alat Pemurni Air, Apakah Bisa Diminum dan Langsung Menjadi Suci

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya azhar. Beberapa hari yang… Selengkapnya

Hukum Mewudhukan Jenazah dengan Memakai Debu Seperti Tayamum

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Maaf, saya ibu Lia. saya mempunyai unek-unek… Selengkapnya

Hukum Darah Haid yang Keluar Hanya Sekejap

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya adalah siswa kelas VII SMP. Saya… Selengkapnya
ARTIKEL BARU